Ahok: Lambang PKI Tidak Akan Robohkan Ideologi Pancasila

asmara
18/08/2015 - 10:20

Munculnya bendera dengan lambang Partai Komunis Indoesia (PKI) pada perayaan HUT RI di Pamekasan, Madura dan Jember, Jawa Timur, tidak membuat Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, merasa takut ataupun terancam. Sebagai bangsa dari negara yang sudah merdeka, Ahok mengaku yakin munculnya lambang tersebut tidak akan dapat merobohkan kesaktian dari Pancasila.

“Mau mereka mau kasih lambang apa pun terserah, kesaktian pancasila sudah terbukti. Siapa pun tidak bisa merobohkan ideologi negara ini!” ujar Ahok saat ditemui Senin malam, 17 Agustus 2015 di Balai Kota.

Ahok percaya, Indonesia kini telah jauh berkembang dengan pesat sehingga seluruh rakyat Indonesia nantinya dapat hidup makmur dan sejahtera.

“Lambang itu tidak akan merobohkan ideologi kecuali rakyat sudah terlalu susah, mereka akan ‘makan’ apapun yang orang lempar. Tapi kan sekarang sudah ada BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Kartu Indonesia Pintar dan sebagainya jadi rakyat sangat terbantu. Saya rasa tak semudah itu ada pihak yang mau menggoyang Pancasila,” katanya.

Mantan Bupati Belitung itu melanjutkan, pengalaman Indonesia dalam melawan G30S-PKI puluhan tahun yang lalu sudah dapat membuktikan bahwa Indonesia menang dari pengaruh-pengaruh ajaran komunis. Terlebih, kata Ahok, kekuatan militer yang dimiliki Indonesia saat ini sangat kuat.

“TNI dan Polri sangat solid, persenjataan kita cukup canggih dan intel kita selalu bekerja. Kesadaran rakyat juga baik, mereka sadar Pancasila yang menjadi ‘rumah’ kita semua,” ujar dia.

Pria nomor satu di Jakarta itu beranggapan, Tuhan sangat menyayangi bangsa Indonesia dengan diberikannya keberagaman suku, etnis, budaya hingga agama. “70 Tahun merdeka dengan situasi yang susah itu tidak gampang, negara kita besar, suku dan etnis sangat banyak, saya rasa Tuhan sangat sayang dengan negara ini,” ucap Ahok. (Viva.co.id)