Anjurkan Minum Kencing Unta, Ustad Bahtiar Nasir Tak Bijaksana dan Salah Kaprah

Hanif
07/01/2018 - 13:55

Kita dihebohkan oleh anjuran ustad Bahtiar Nasir agar minum air kencing unta. Anjuran itu menimbulkan kegaduhan, sebab hal ini tidak memenuhi aspek kebenaran dan bijaksana, hal itu dikarenakan beberapa alasan;

Pertama, jika merujuk kitab-kitab fiqih muqarana madzahib, maka kencing unta masuk dalam ranah ikhtilaf, yaitu perbedaan di kalangan ulama yang ekstrim, antara najis dan tidak najis, antara haram dan halal, maka disini perlu memilih sikap ihtiyat yaitu hati hati.

Oleh karena itu, mengajak minum air kencing unta, secara tidak langsung ustad BN memanaskan iklim ikhtilaf, mengapa tidak anjurkan minuman perubatan nabi yang telah ittifak oleh para ulama yang jumlahnya sangat banyak dan diakui muktabar oleh ilmuwan perubatan.

Kedua, ustad BN tidak bijaksana sebab mayoritas masyarakat Indonesia adalah adalah Madzhab Syafi'i yang tegas mengharamkan minum kencing unta.

Ketiga, ustad BN salah kaprah memahami sunah nabi dalam domain perubatan, sebab hadis tentang berubat dg kencing unta adalah berlaku khusus dan bahkan darurat.

Tidak ditemukan riwayat atau sahabat membiasakan minum kencing unta.

Keempat, kajian pustaka seperti dalam kitab Tibbun Nabawi karya berbagai ulama, buku "The Book Sufi of Healing", karya Syaikh Moinuddin Chist, buku, "101 Hadist Perubatan", karya Ahmad Adnan bin Fadzil dan, "Health and Medicine in the Islamic Tradition", karya Prof. Fazlur Rahman dll. Semuanya tidak memasukkan minum kencing unta sebagai ubat.

Justru kencing unta lebih dominan dibahas dalam kitab kitab fiqih atau Syarah hadits bab membahas najis, bukan dalam kitab Tibbun Nabawi.

Kelima, ustad BN mengabaikan aspek tradisi perubatan dan teori perubatan Arab kuno, semuanya merujuk bahan bahan yang bersumber dari hewan itu sendiri, bagi mereka yang biasa makan unta, maka diyakini ubat penyakitnya ada di hewan yang dimakan yaitu unta.

Oeh karena itu, tidak relevan bagi orang Indonesia yang tidak biasa makan unta, kemudian dianjurkan minum kencing unta, ini adalah anjuran yang salah alamat.

Dengan demikian bahwa anjuran ustad Bahtiar Nasir adalah anjuran yang tidak valid dari sisi akademik, tidak bijaksana diterapkan di Indonesia yang madzhab Syafi'i, tidak memenuhi unsur kehati-hatian dan bahkan seolah-olah ustad BN mengabaikan ajaran perubatan nabi yang sesungguhnya banyak sekali, ratusan hadis yang bersinggungan dengan perubatan. Tetapi mengapa kemudian menonjolkan kencing unta? Sungguh tak bijaksana, salah kaprah dan gegabah.

Jakarta
6 Januari 2018
Mukhlas Syarkun

Views today

1