Harusnya Pemerintah yang Dilatih Bela Negara

asmara
15/10/2015 - 06:42

JAKARTA- Direktur Program Imparsial, Al-A’raf menilai jika pemerintah mengansumsikan masyarakat tidak memiliki rasa nasionaliseme dengan mencanangkan program bela negara melalui Kementrian Pertahanan. Seharusnya, pemerintah baik itu para birokrat, elit sipil, anggota DPR juga harus berkaca kepada dirinya sendiri.

“Tapi sebenarnya dalam realitas politik hari ini persoalan kebangsaan kita itu ada di pemimpin kita yang korup yang tidak berpihak rakyat, yang menjual tambangnya, yang mengeksploitasi tambangnya dengan kongkalingkong dengan perusahaan nasional corporation,” kata Al -A’raf di LBH Jakarta, Rabu (14/10/2015).

“Ini problem kita kalau nasionalisme tidak ada di masyarakat justru saya melihat yang mau dilatih bela negara para pemimpin sipil itu. Jadi, hari demi hari, kita lihat problem kita hari ini ada di keteladanan. Silakan kalau mau bela negara, pemimpin yang diduga korup itu-itu aja yang dilatih,” tambahnya.

Menurutnya, masyarakat justru lebih berpartisipasi aktif dalam membangun bangsanya dalam berbagai variasi. Sehingga jika pemerintaha khawatir dengan persoalan masyarakat, seharusnya masyarakatlah yang lebih khawatir degan mental para birokrat, mental anggota DPR yang korup tersebut.

“Itu yang kemudian menghancurkan bangsa ini secara perlahan. Mereka itulah yang harus dilatih. Jangan kami masyarakat yang berpartisipasi dalam melakukan bela negara secara nyata. Jadi menurut saya tafsir nasionalitas harusya pemerintah berkaca dulu kepada dirinya,” tegasnya.

Ia tidak heran makanya makin hari korupsi semakin banyak. Begitu juga dengan skandal yang terungkap.

“Jadi kalau mau dilatih ya pemerintah. Latih supaya enggak korup lagi. Kalau mereka ada rasa cinta dengan tanah air mereka tidak akan korup,” pungkasnya (okezone.com)