IHSG Terpuruk, Rupiah Pulih Siang Ini

khanza
05/07/2017 - 13:17
Pilarbangsa.id, Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi I perdagangan tengah pekan hari ini mulai pulih sejak pembukaan pagi tadi. Penguatan mata uang Garuda berbanding terbalik dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih berkutat di zona merah. 
 
Data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah di perdagangan siang ini bangkit ke level Rp13.349/USD. Posisi ini lebih baik dari sebelumnya di level Rp13.395/USD.
 
Menurut Yahoo Finance, rupiah hingga perdagangan sesi I berada di posisi Rp13.348/USD atau menguat dari posisi penutupan kemarin di level Rp13.362/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.301-Rp13.368/USD.
 
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, hingga sesi siang berada di level Rp13.353/USD atau tercatat mulai pulih dari sebelumnya yang merosot menjadi Rp13.364/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.343-Rp13.360/USD.
 
Sementara data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di zona merah pada level Rp13.349/USD. Posisi ini lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp13.386/USD.
 
Di sisi lain IHSG pada sesi I perdagangan masih merosot usai kehilangan 12,37 poin atau 0,21% ke level 5.852,991 sedangkan tadi pagi bursa saham Tanah Air turun menjadi 5.862,53 atau berkurang 2,83 poin setara dengan 0,05%. Kemarin, IHSG juga berada dalam zona negatif usai berakhir melemah 44,87 poin ke level 5.865,364 
 
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,90 miliar dengan 4,77 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp396,72 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,10 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp712,7 miliar. Tercatat 164 saham naik, 136 turun dan 110 saham mendatar.
 
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. (TBMS), PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) serta PT Tempo Scan Pacific Tbk. (TSPC). Sedangkan saham-saham yang melemah yakni PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF), PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) dan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI). 
 
 
 
 
Sumber: Sindonews