Ketua MPR : Tak Ada Toleransi Terhadap Radikalisme

Heppy
27/07/2015 - 12:03

Pilarbangsa.id, Jakarta - Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan menerima kunjungan Chairman of the National Committee of the Chinese People's Consultative Conference, Yu Zhengsheng di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senin (27/7).

 

Dalam kesempatan itu, Zulkifli menegaskan, bahwa tidak ada tolerance until radicalisme di Indonesia.

 

"Kita tidak ada toleransi terhadap radikalisme," katanya. 

 

Zulkifli menyampaikan apresiasi dengan kedatangan ketua MPR Tiongkok itu.

 

"Suatu kehormatan dikunjungi ketua parlemen Tiongkok dan ini menunjukan hubungan kedua negara negara makin baik, baik antar pemerintahan, parlemen, ekonomi, kebudayaan, antar pengusaha, antar masyarakatnya," kata Zulkifli Hasan.

 

Ditambahkan dia, Zulkifli juga menyampaikan peran dan fungsi MPR RI serta sosialisasi 4 pilar kebangsaan.

 

 

"MPR RI adalah gabungan dari DPR RI (560 orang) dan DPD RI sebanyak 120 orang.

 

"Ada 4 pilar kebangsaan, Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Pancasila adalah kebersamaan, azaznya kekeluargaan, gotong royong musyawarah mufakat)," kata Zulkifli Hasan.

 

Untuk Bhinneka Tunggal Ika, Zulkifli menceritakan bahwa masyarakat Indonesia sangat majemuk, terdiri dari berbagai suku, memiliki 600 bahasa, berbagai agama dan golongan.

 

"Tapi kami satu dan itu disepakati pada tanggal 18 Agustus 1945. Kami semua sama dan berhak jadi apapun di negeri ini, apapun agama, asal, memiliki hak yang sama dan tidak ada peraturan yang membeda-bedakan kami," kata Zulkifli.

 

Ia mencontohkan, masyarakat NTT yang mayoritas non muslim, tapi Ketua DPR RI adalah muslim. Begitu juga dengan gubernur Jakarta yang non muslim. Begitu juga dengan rumah ibadah, selalu berdampingan antar rumah ibadah.