Lukman Edy: Kepala Daerah Korupsi akibat Biaya Politik yang Tinggi

Hanif
25/09/2017 - 13:47
Pilarbangsa.id, Jakarta - Wakil Ketua Komisi II DPR Lukman Edy mengatakan, banyaknya kepala daerah yang tertangkap tangan korupsi, diduga akibat biaya pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang mahal demi meraup suara.
 
Sehingga ketika menjabat, mereka harus mengembalikan atau ketika mau mencalonkan kembali mengumpulkan uang dulu sebanyak-banyaknya supaya menang kembali. 
 
"Kesimpulan banyaknya kepala daerah yang tertangkap oleh KPK sekarang, tertangkap jaksa, gara-gara biaya pilkada yang high cost," ujarnya di Kantor DPP PKB, Raden Saleh,Jakarta, Minggu (24/9).
 
Kondisi ini diperparah dengan regulasi di UU Pilkada maupun peraturan KPU dan Bawaslu yang tidak cukup tegas mengawal itu. "Ini harus diperjelas dan dipertegas," tutur dia.
 
Selain itu, Lukman meminta supaya semua kandidat harus menjadi objek pengawasan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Kemudian laporan keuangan maupun pajak kandidat kepala daerah itu harus dilaporkan ke KPU dan Bawaslu.
 
Di UU Pilkada memang ada ketentuan sumbangan untuk kandidat, baik dari perusahaan, perseorangan harus tercatat dengan baik. Komisi II DPR menekankan hal tersebut dalam rapat bersama Menteri Dalam Negeri, KPU, dan Bawaslu.
 
Auditnya pun harus dilakukan secara serius. Harus sampai kepada audit forensik. Apa yang dilakukan kampanye harus sama dengan laporan keuangannya. Sebab selama ini, Lukman menilai bahwa audit terbilang tidak sesuai fakta. 
 
"Audit selama ini kita katakan pura-pura. Di lapangan ada paradoks antara laporan yang dia sampaikan dengan fakta-fakta di lapangan. Misalnya dimana terjadi transaksi mahar parpol," sebut politikus PKB. 
 
Lebih lanjut dia mengatakan, perilaku koruptif para kepala daerah tidak bisa dikaitkan dengan parpol yang dinaungi maupun yang mengusungnya. Sebab, itu bersifat pribadi. 
 
"Ini karena perilaku pribadi kita gak bisa awasi. Gimana kita awasi dia korup atau tidak. Barang ini rahasia semua, istilahnya barang di bawah tangan semua," pungkas Lukman.
 
 
 
 
Sumber: Jawapos