Mahasiswa UNDIP Usulkan Alat 'Arduino Uno' Untuk Cegah Illegal Fishing RI

khanza
18/06/2016 - 12:54

Pilarbangsa.id, Sekelompok mahasiswa dari Universitas Diponegoro Semarang mengusulkan sebuah teknologi yang memungkinkan Indonesia memiliki kontrol atas wilayah laut lebih efektif. Alat itu dinamai Buoy Sensor Integration Gate System.

Alat itu dirancang mahasiswa teknik perkapalan yaitu Muhammad Fajri Difari, bersama rekannya Maulana Eko Saputro, Rinaldi Hariansyah, dan Rizki Oktavia Ningrum (teknik komputer).

Dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (18/6/2016), alat ini berupa buoy atau pelampung suara yang diapungkan di beberapa titik batas laut Indonesia, yang terdiri dari sensor ping, panel surya (solar cell) dan alat yang disebut arduino uno.

Secara singkat teknologi ini bekerja dengan cara memancarkan sinyal berupa alarm untuk setiap kapal yang melewati batas laut Indonesia. Dengan teknologi ini maka aparat tidak perlu berpatroli di wilayah laut yang kerap terjadi pelanggaran, seperti illegal fishing.

Teknologi ini terdiri buoy yang mirip alat untuk mendeteksi gempa atau tsunami. Buoy dipancangkan di laut dengan menggunakan jangkar dan rantai jangkar, sehingga dapat membantu para navigator memilih alur pelayaran yang aman.

Sensor ping merupakan sensor ultrasonik yang dapat mendeteksi jarak obyek dengan cara memancarkan gelombang ultrasonik berfrekuensi 40 KHz. Sensor ini dapat mengukur jarak antara 3-300 cm. Keluaran dari sensor ini berupa pulsa yang lebarnya merepresentasikan jarak.

Lebar pulsanya bervariasi dari 115 uS sampai 18,5 mS. Pada dasanya, ping terdiri dari sebuah chip pembangkit sinyal 40KHz, sebuah speaker ultrasonik dan sebuah mikropon ultrasonik. Speaker ultrasonik mengubah sinyal 40 KHz menjadi suara sementara mikropon ultrasonik berfungsi untuk mendeteksi pantulan suaranya.

Kemudian panel surya yang terdiri dari sel surya yang mengubah cahaya menjadi listrik. Sel surya atau sel PV bergantung pada efek photovoltaic untuk menyerap energi matahari dan menyebabkan arus mengalir antara dua lapisan bermuatan yang berlawanan.

Panel surya sangat mudah dalam hal pemeliharaan karena tidak ada bagian yang bergerak. Satu-satunya hal yang harus dikhawatirkan adalah memastikan untuk menyingkirkan segala hal yang dapat menghalangi sinar matahari ke panel surya tersebut.

Satu lagi alat yang disebut Arduino Uno, yaitu board mikrokontroler berbasis AMEGA 328 (datasheet). Memiliki 14 pin input dari output digital di mana 6 pin input tersebut dapat digunakan sebagai output PWM dan 6 pin input analog, 16 MHz osilator kristal, koneksi USB, jack power, ICSP header, dan tombol reset.

Untuk mendukung mikrokontroler agar dapat digunakan, cukup hanya menghubungkan Board Arduino Uno ke komputer dengan menggunakan kabel USB atau listrik dengan AC. Arduino memiliki kelebihan tersendiri dibanding board mikrokontroler lain. Selain bersifat open source, arduino juga mempunyai bahasa pemrogramanya berupa bahasa C.

Selain itu dalam boardarduino sendiri sudah terdapat loader yang berupa USB sehingga memudahkan kita ketika kita memprogram mikrokontroler didalam arduino. Port USB tersebut selain untuk loader ketika memprogram, bisa juga difungsikan sebagai port komunikasi serial.

Teknologi ini menghabiskan dana sekitar Rp 11 juta yang dikerjakan dalam waktu 5 bulan, dibantu seorang dosen pembimbing. Secara sederhana idenya mungkin inovatif, namun tentu perlu diuji lebih dulu efektifitas dari teknologi usulan mahasiswa ini.

 

Sumber: Detik