Menurut Ilmuan Daging Lebih Cocok Dinikmati dengan Cokelat

khanza
11/04/2017 - 12:36
Pilarbangsa.id, Selama ini para chef menjodohkan sajian roast beef dengan saus BBQ. Padahal menurut ilmuwan rasa terenaknya justru saat dinikmati dengan cokelat.
 
Ilmuwan menemukan berbagai pasangan makanan baru yang diklaim lebih lezat dari pilihan tradisional. Hasil penelitian dari University of Cambridge ini menyarankan lebih baik santap daging babi dengan vanilla dan daging sapi dengan saus cokelat.
 
Saran tersebut merupakan hasil uji senyawa kimia yang dimiliki oleh berbagai bahan berbeda. Peneliti menganalisis senyawa rasa dalam 56.498 resep online untuk melihat bagaimana komponen dari berbagai makanan berhubungan satu sama lain.
 
Dr Sebastian Ahnert, ahli fisika dan pemimpin penelitian, mengatakan, studi ini memungkinkan mereka untuk mencari beberapa makanan tak terduga yang bisa dipasangkan bersama.
 
"Hal ini mengarah pada apa yang disebut komputasi gastronomi. Kami bisa menggunakan kumpulan data senyawa makanan untuk mengubah cara kami menikmati makanan." ujar Dr Anhert. Penemuan ini dipresentasikan dalam konferensi di Oxford dengan judul Hacking Flavour Perception .
 
Dr. Anhert mengatakan penelitiannya mengungkap bahwa resep dari Amerika Utara, Eropa barat dan Amerika Latin cenderung menggunakan bahan-bahan memiliki senyawa rasa yang sama.
 
Sebaliknya, resep dari Asia Timur tidak memasangkan bahan-bahan yang memiliki senyawa rasa sama tetapi terdiri dari senyawa yang berefek sama pada reseptor bau di hidung, sehingga tetap sesuai.
 
Lewat informasi ini, peneliti mengindentifikasi hubungan tak terduga antara bahan-bahan yang mungkin dapat menjadi hidangan menarik . Kopi, contohnya, punya banyak senyawa sama dengan bawang putih dan daging. Daging juga ditemukan cocok dengan cokelat.
 
Matcha disebut cocok dengan cherry asam dan strawberry cocok dengan remis. Kemudian cokelat putih merupakan pasangan bagus dengan kaviar dan daging babi lezat dengan vanilla. Semakin menarik, pasangan ayam panggang dan rumput laut disebut sangat cocok.
 
Namun Dr. Anhert mengingatkan beberapa percobaannya tidak selalu berhasil. Seperti, kopi dan mashed potatoes terdiri dari banyak senyawa yang sama. Tapi saat ia mencampurnya, rasanya tidak enak. Dr Anhert kemudian meminta sajian serupa dari restoran di Paris, anehnya, hidangan terasa lezat.
 
"Jadi bagaimana sajian dibuat berpengaruh besar, dan disanalah peran chef membantu. Memasak mengubah susunan senyawa jadi kami butuh meneliti lagi tentang prediksi bagaimana hal tersebut turut mengubah profil rasa," tutup Dr Anhert dikutip dari Daily Mail.
 
 
 
 
 
Sumber: Detik