Muncul Petisi Tandingan Dukung Erlinda Jadi Komisioner KPAI 2017-2022

admin
18/12/2016 - 10:00

Jakarta - Muncul petisi menolak Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda untuk menjabat lagi untuk periode 2017-2022. Kali ini muncul petisi tandingan yang mendukung Erlinda.

Petisi itu muncul di situs change.org, diakses detikcom pada Minggu (18/12/2016). Petisi dibuat oleh Suara Hati Anak Indonesia. Petisi tandingan tersebut akan dikirim ke Tim Seleksi KPAI, Kantor Staf Presiden, dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Hingga pukul 05.00 WIB, Petisi tersebut sudah didukung 702 orang.

Dalam petisi tersebut dijelaskan alasan mengapa Erlinda harus menjadi Komisioner KPAI 2017-2022. Erlinda dipandang sebagai aktivis yang gigih memperjuangkan hak-hak anak Indonesia. Sebagai aktivis, Erlinda disebut sering turun ke lapangan dalam penanganan korban, baik untuk memberikan advokasi maupun pemulihan trauma bersama Seto Mulyadi. Erlinda juga dianggap gencar mengampanyekan gerakan 'Hentikan Kekerasan pada Anak!'

Dalam petisi tersebut juga dijabarkan kasus apa saja yang pernah ditangani oleh Erlinda sebagai aktivis anak. Kasus tersebut antara lain advokasi penanganan anak-anak korban perdagangan manusia di Tanjung Priok, penanganan anak korban kekerasan seksual di Kelapa Gading, anak korban disetrika dan anak-anak korban sodomi di Sukabumi. Dalam petisi tersebut juga disinggung penghargaan yang diterima oleh Erlinda belum lama ini dari Kapolri.

"Untuk melanjutkan perjuangannya dalam membela hak-hak anak, Ibu Erlinda membutuhkan dukungan dari semua pihak untuk dipilih kembali menjadi komisioner KPAI periode 2017 – 2022," tulis Suara Hati Anak Indonesia dalam petisinya.

Sebelumnya, muncul petisi menolak Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda untuk menjabat lagi untuk periode 2017-2022. Petisi dibuat oleh Jaringan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (JPMAI). Petisi ini akan dikirim ke Tim Seleksi KPAI, Kantor Staf Presiden, dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Petisi tersebut sudah didukung 1.077 orang.

Dalam petisi itu dijelaskan alasan penolakan mereka terhadap Erlinda. Secara umum, Erlinda dipandang tidak berperspektif HAM, diskriminatif, tidak sensitif gender, dan tidak kompeten. Kemudian JMPAI merinci sejumlah poin keberatan mereka terhadap perempuan mantan Sekjen KPAI itu.

Erlinda juga disebutnya pernah melecehkan korban pemerkosaan terkait isu aborsi. Disebutkan di situ, Erlinda justru mengkriminalisasi korban.

"Melalui petisi ini kami menyatakan KEBERATAN Saudari Erlinda, M.P.d menjadi salah satu komisioner KPAI," demikian tulis JMPAI.

Sebelumnya Erlinda sudah menanggapi petisi yang menolak dirinya menjadi komisioner lagi untuk masa jabatan 2017-2022. Dia menilai petisi itu memuat fitnah yang kejam. Fitnah itu menurutnya bukan lagi hanya sebatas soal dirinya, namun juga menyangkut KPAI sebagai lembaga.

"Saya Erlinda difitnah secara kejam, karena ini menyangkut juga nama besar lembaga saya. Saya hanya bilang, tolong hentikan semua ini. Ini tidak baik. Ini tidak mendidik sama sekali," kata Erlinda kepada detikcom, Sabtu (17/12) kemarin.
(sumber detik.com)