PP No.40 Tahun 1958, Menjadi Alasan Sikap Hormat JK

asmara
18/08/2015 - 10:07

Pilarbangsa.id, Sebuah foto yang tersebar di jejaring sosial membuat heboh karena kemiripan antara foto Jokowi-JK dengan Presiden Pertama Indonesia Soekarno-Hatta pada saat menjalani upacara HUT RI ke 70 pada saat pengibaran bendera merah putih. Ada yang menarik dari foto tersebut yaitu kemiripan antara bung hatta dengan Yusuf Kalla sebagai wakil presiden tidak melakukan “hormat bendera”.

Menurut Juru Bicara Wakil Presiden JK Husain Abdullah-pun angkat bicara terkait hal ini. Husain Abdullah mengatakan, JK tetap menghormati bendera, tapi dengan cara menunduk. “Cuma Pak JK gerakannya selalu cepat. Kalau sipil dibolehkan hormat dengan menundukkan kepala,” kata Husain Abdullah.

Seiring dengan PP No.40 Tahun 1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia, pasal 20 "pada waktu upacara penaikan atau penurunan Bendera Kebangsaan, maka semua orang hadir memberi hormat dengan berdiri tegak, berdiam diri, sambil menghadapkan muka kepada bendera sampai upacara selesai.  Mereka yang berpakaian seragam dari sesuatu organisasi memberi hormat menurut cara yang telah ditentukan organisasinya itu.

Mereka yang tidak berpakaian seragam, memberi hormat dengan meluruskan lengan kebawah dan meletakkan tapak tangan dengan jari-jari rapat pada paha, sedang semua jenis penutup kepala harus dibuka, kecuali kopiah, ikat kepala, sorban dan kudung atau topi-wanita yang dipakai menurut agama atau adat-kebiasaan.

"Jadi, sikap sempurna yang dilakukan oleh Pak JK adalah sikap hormat, persis dengan sikap hormat Bung Hatta saat mendampingi Bung Karno," lanjut, Husain. (as)