Keislaman,Keindonesiaan dan Kebangsaan

Artikel

  •  

  • Islam Nusantara adalah bentuk keislaman yang mampu menjadi "rahmatan lil alamin". Praktik keislaman Nusantara akan menjadi model dunia sebab dunia sedang terbakar karena agama (Masdar F Mas'udi, 10/3/2015).

  • Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama yang akan dihelat di Jombang, Jawa Timur, 1-5 Agustus, membawa tema penting, yakni "Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia".

  • Prof. Dr Ahmad Syafii Maarif, ulama Muhammadiyah berpendapat, bahwa saat ini umat Islam sebagai mayoritas di Nusantara semestinya mengembangkan Islam yang ramah, terbuka, inklusif, dan mampu memberi solusi terhadap masalah-masalah besar bangsa dan negara.

  • Islam dan Arab adalah satu dan lain hal. Islam adalah agama, Arab adalah bangsa/budaya. Islam tidak selalu Arab, dan sebaliknya: Arab tidak selalu Islam. Memeluk Islam tidak harus dengan bermuluk-muluk dengan yang serba Arab, pun tidak perlu mengutuk-ngutuk yang serba padang pasir.

  • Istilah Islam Nusantara agaknya ganjil didengar, sama dengan Islam Malaysia, Islam Saudi, Islam Amerika, dan seterusnya, karena bukankah Islam itu satu, dibangun di atas landasan yang satu, yaitu Alquran dan Sunnah.

  • Nahdhatul Ulama (NU) sebagai sebuah ormas Islam terbesar di Indonesia telah menjadi benteng dan pondasi bagi penyebaran paham Ahlussunnah wal Jama’ah.

  • JAKARTA, Pilarbangsa.id -- Sebagai organisasi masyarakat Islam, Nahdlatul Ulama menjalankan konsep Islam Nusantara yang menunjukkan kearifan lokal Indonesia.

Pages

Buku

Tidak ada buku untuk kategori journal ini.