CILEGON, PILARBANGSA.ID — Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten menegaskan bahwa Festival JAWARA UMKM Banten 2026 bukan sekadar ajang pameran jual beli, melainkan kurasi besar bagi pelaku usaha agar semakin naik kelas. Bahkan pihaknya berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan yang bergilir di kabupaten/kota.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten Agus Mintono menjelaskan, festival ini juga menjadi ajang kompetisi bagi UMKM terbaik se‑Banten. Para pemenang tidak akan dibiarkan begitu saja, melainkan akan dibina secara berkelanjutan mulai dari pelatihan packaging, branding, digital marketing, akses permodalan, hingga fasilitasi masuk ke ritel modern dan marketplace.

“Untuk para pemenang festival dan kompetisi, kami sudah siapkan pembinaan lanjutan. Mulai dari pelatihan packaging, branding, digital marketing, sampai akses permodalan dan fasilitasi masuk ke retail modern serta marketplace. Jadi juaranya benar‑benar kita kawal agar bisa jadi jawara yang sebenarnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, perkembangan UMKM di Banten saat ini menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Dinkop UKM, jumlah UMKM yang sudah terkurasi dan naik kelas terus meningkat di berbagai kabupaten/kota, baik dari sisi kualitas produk, legalitas usaha, maupun omzet.

“Kami melihat progres di delapan kabupaten/kota luar biasa. Banyak produk yang tadinya hanya dijual di kampung, sekarang sudah ekspor. Ini berkat kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan para pendamping UMKM,” jelasnya.

Agus berharap momentum Hari Jadi ke‑26 Provinsi Banten ini makin memperkuat ekonomi kerakyatan. Ia juga menginginkan JAWARA UMKM dapat bergilir setiap tahun, misalnya tahun depan di Pandeglang, Lebak, Tangerang, atau wilayah lain.

“Harapan kami, JAWARA UMKM ini menjadi agenda tahunan Provinsi Banten. Tahun ini di Cilegon, tahun depan bisa di Pandeglang, Lebak, atau Tangerang. Jadi semangat Dari Banten Untuk Indonesia ini benar‑benar hidup,” pungkasnya. (Sari/tim)