CILEGON, PILARBANGSA.ID — Isu adanya pertentangan antara Golok Day dan Banten International Pencak Silat Heritage Week 2026 telah diluruskan. Kedua agenda tersebut dipastikan merupakan satu kesatuan dalam gerakan pemajuan kebudayaan Kota Cilegon dan Provinsi Banten, bukan dua kegiatan yang saling berhadapan.
Penegasan itu muncul dalam silaturahmi yang difasilitasi Polres Cilegon melalui Satintelkam Polres Cilegon. Pertemuan tersebut mempertemukan tokoh budaya, organisasi pencak silat, unsur pemerintah, kepolisian, serta masyarakat guna membangun komunikasi dan meluruskan kabar yang berkembang.
Ketua IPSI Kota Cilegon, Abdul Rojak, menegaskan bahwa pihaknya tidak ada penolakan terhadap Banten International Pencak Silat Heritage Week 2026. Bahkan IPSI Kota Cilegon justru mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, pencak silat bukan sekadar olahraga prestasi, melainkan juga tradisi, filosofi, serta identitas budaya yang harus dijaga bersama. IPSI dan seluruh elemen pencak silat memiliki kepentingan yang sama untuk mengembangkan pencak silat di Kota Cilegon.
Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon, Ayatullah Khumaeni juga menekankan pentingnya kolaborasi. Ia menyatakan bahwa semua agenda kebudayaan harus berjalan beriringan dan saling melengkapi.
Pesan persatuan turut disampaikan Maestro Budaya Kota Cilegon, Abah Jamhari Sakti. Ia mengingatkan bahwa semua pihak yang terlibat dalam kebudayaan adalah satu keluarga besar.
“Semua sebagai anak,” pesan Abah Jamhari yang dimaknai sebagai ajakan untuk menjaga warisan leluhur secara bersama‑sama.
Ketua Pelaksana Banten International Pencak Silat Heritage Week 2026, Rizal Arif Baihaqi menyambut positif terselenggaranya silaturahmi tersebut. Ia menilai pertemuan ini menjadi momentum untuk mengakhiri kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat.
“Alhamdulillah kita bisa duduk bersama. Saya menyambut positif dukungan Ketua IPSI Kota Cilegon dan seluruh tokoh. Kepentingan kita sama, yaitu memajukan kebudayaan,” ujar Rizal.
Rizal juga mengajak seluruh elemen untuk bersama‑sama memberikan penghormatan kepada Abah Jamhari Sakti selaku Maestro Kebudayaan Kota Cilegon. Menurutnya, Abah Jamhari adalah sosok penting dalam perjalanan kebudayaan Cilegon yang patut mendapat penghargaan layak.
Ia kembali menegaskan bahwa Golok Day dan Heritage Week bukan hal yang harus dipertentangkan.
“Tidak ada pertentangan, tidak ada penolakan, dan tidak ada perbedaan tujuan. Berbeda agenda bukan berarti berbeda arah, berbeda penyelenggara bukan berarti berbeda perjuangan. Keduanya adalah satu kesatuan dalam gerakan pemajuan kebudayaan,” tegas Rizal.
Sementara itu, Kasat Intel Polres Cilegon, AKP Riswan Wijaya menyampaikan bahwa fasilitasi silaturahmi ini merupakan bagian dari upaya menjaga komunikasi agar kesalahpahaman tidak menghambat kegiatan positif di bidang kebudayaan.
“Melalui silaturahmi ini, kita berharap semua pihak dapat saling memahami dan menjaga komunikasi dengan baik. Mari ke depan kita kedepankan persaudaraan untuk mendukung pemajuan kebudayaan di Kota Cilegon,” pesannya.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua FPSTI Banten Bambang Andrianto, Sekjen IPSI Kota Cilegon Fatur R. Sadely, Sekretaris Dindikbud Kota Cilegon Tengku Herrysyah Putra, Kabid Kebudayaan Eva Warni, Ketua Yayasan Mengetuk Pintu Langit Deden Sunandar, Ustadz Arifin Al‑Bantani, serta Anggota Dewan Kehormatan FORWARD.
Diketahui, Banten International Pencak Silat Heritage Week 2026 akan menghadirkan sejumlah agenda, antara lain Pencak Silat Maestro dan Golok Pusaka, Sultan Hasanuddin Journey, Banten Heritage Walk, serta Parade Budaya dengan peserta internasional dari Malaysia, Singapura, Italia, Belanda, dan Prancis.
Sedangkan Golok Day menjadi ruang apresiasi terhadap golok sebagai warisan budaya Banten yang memiliki nilai historis, filosofis, serta identitas daerah.
Kedua agenda tersebut selain bertujuan melestarikan budaya, juga diharapkan mendorong pariwisata, ekonomi kreatif, serta pemberdayaan UMKM lokal.
Pertemuan silaturahmi tersebut ditutup dengan doa bersama demi kelancaran dan kesuksesan Golok Day serta Banten International Pencak Silat Heritage Week 2026 sebagai milik bersama yang harus dirawat dan diwariskan. (Sari)
