CILEGON, PILARBANGSA.ID — Reaksi cepat jajaran Polda Banten bersama pemangku kepentingan maritim dalam penanganan kebakaran KMP Batu Mandi di alur masuk Pelabuhan Merak, Selasa (20/10) sore, mendapat apresiasi luas dari masyarakat.
Kapal Motor Penumpang milik PT ASDP Indonesia Ferry tersebut terbakar sekitar pukul 16.15 WIB saat hendak sandar di Dermaga VI. Kapal yang berlayar dari Bakauheni, Lampung tersebut membawa 420 penumpang dan 89 unit kendaraan. Berkat kesigapan petugas, seluruh penumpang berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa.
Proses evakuasi yang dikoordinasikan oleh Vessel Traffic Service (VTS) Merak, KSOP Kelas I Banten, Basarnas, dan Polda Banten berjalan cepat dan teratur. Seluruh penumpang dipindahkan ke tempat aman menggunakan KMP Royce 1, kapal tunda, serta perahu nelayan yang berada di sekitar lokasi sekitar pukul 17.05 WIB. Api berhasil dipadamkan secara menyeluruh pada pukul 21.02 WIB.
Pengamat Kebijakan Publik, Mei Sartika Sitorus, SE, memberikan apresiasi tinggi atas kinerja Polda Banten dan seluruh tim gabungan yang terlibat. Menurutnya, kecepatan respons di tengah kondisi kepanikan di laut merupakan kunci utama keselamatan nyawa manusia.
“Reaksi cepat Polda Banten dan seluruh tim gabungan patut diapresiasi. Di tengah kepanikan, mereka berhasil memastikan 420 nyawa selamat tanpa korban jiwa. Ini bukti bahwa SOP penanganan darurat di Selat Sunda berjalan baik,” ujar Mei Sartika Sitorus, SE, saat dimintai tanggapan, Rabu (21/10).
Mei juga menambahkan pesan penting kepada seluruh pihak terkait. “Harapan saya, jangan sampai ada yang berspekulasi terkait musibah ini. Jangan ada pejabat yang menumpang tenar memanfaatkan musibah yang tidak kita harapkan ini, menjadikan dirinya seolah-olah peduli dan bereaksi, padahal di jajaran yang ia pimpin masih banyak kegiatan yang berpotensi merugikan negara, dan kepedulian terhadap anak korban di wilayah Provinsi Banten belum mendapatkan perlindungan serta pendampingan secara benar,” tutup Mei. (red/Muller)
