CILEGON, PILARBANGSA.ID – Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Banten, H. Hasbi Sidik, menegaskan gerakan koperasi di Provinsi Banten harus naik kelas dan tidak lagi dipandang sebagai usaha kelas dua.

Hal itu disampaikan Hasbi Sidik dalam sambutannya pada Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Dekopinda se‑Provinsi Banten yang digelar di Ballroom Royale Krakatau, Kota Cilegon, Kamis (5/11/2026).

“Koperasi tidak boleh lagi dipandang sebagai usaha kelas dua. Koperasi harus menjadi soko guru perekonomian, sebagaimana cita‑cita para pendiri bangsa,” tegas Hasbi Sidik di hadapan peserta Rakerwil.

Rakerwil tersebut dihadiri Gubernur Provinsi Banten beserta jajaran, Asda III Provinsi Banten Rina, para ulama, sesepuh, penasihat, Majelis Pakar, pengurus Dekopinwil Banten, serta Ketua dan Pengurus Dekopinda kabupaten/kota se‑Provinsi Banten.

Turut hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten, Kepala Dinas yang membidangi koperasi se‑kabupaten/kota, pimpinan BUMD, perbankan (Bank Banten, Jamkrida, BGD, ABM), BPJS Ketenagakerjaan, OJK, Perum Bulog, Kwarda Pramuka Banten, Forum CSR, Ketua Pengurus Koperasi seperti Kopsyah BMI dan KopKAR, serta sejumlah mitra strategis lainnya.

Menurut Hasbi Sidik, Rakerwil bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum untuk menyatukan langkah, visi, dan gerak Dekopinda di seluruh kabupaten/kota Banten.

Ia menyebut koperasi saat ini dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan, mulai dari kebutuhan digitalisasi, perubahan perilaku anggota, persaingan usaha yang ketat, hingga tuntutan tata kelola yang profesional.

Karena itu, Hasbi Sidik mengajak seluruh peserta Rakerwil untuk fokus pada tiga hal utama.

Pertama, penguatan kelembagaan. Dekopinda harus hadir sebagai rumah besar koperasi dengan budaya tertib administrasi, tertib organisasi, dan tertib usaha.

Kedua, penguatan SDM dan kemandirian usaha. Pengurus koperasi didorong mengembangkan unit usaha yang produktif, tidak hanya mengandalkan simpan pinjam, tetapi juga merambah sektor riil, pangan, jasa, dan digital.

Ketiga, penguatan kemitraan dengan pemerintah, perbankan, BUMD, BPJS, OJK, Bulog, Pramuka, Forum CSR, serta seluruh mitra strategis untuk membuka akses pembiayaan, akses pasar, dan pendampingan bagi koperasi.

“Banten memiliki potensi yang luar biasa. Delapan kabupaten/kota dengan karakteristik yang berbeda, ribuan koperasi dan jutaan anggota. Jika ini kita kelola dengan baik, jujur, transparan dan profesional, koperasi akan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di Banten,” ujarnya.

Hasbi Sidik berharap Rakerwil ini melahirkan rekomendasi yang konkret, program kerja yang terukur, serta komitmen bersama untuk memajukan koperasi Banten ke depan.

“Selamat mengikuti Rakerwil. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, keikhlasan, dan keberkahan kepada kita semua dalam menjalankan amanah ini,” tutupnya. (Sari)