CILEGON, PILARBANGSA.ID — Doa bersama dan santunan anak yatim pasca kebakaran KMP Batu Mandi digelar PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak sebagai ikhtiar memohon kelancaran jelang proses pengapungan bangkai kapal di perairan Merak.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Rihlatul Qudsyiah, Pelabuhan Reguler ASDP Merak, Kelurahan Tamansari, Kota Cilegon, pada Jumat (23/10/2026).

Executive Director Regional II ASDP, Zulpidon, mengatakan kegiatan ini sengaja digelar untuk memohon kelancaran proses pengapungan kapal yang rencananya akan dilakukan awal pekan depan.

“Alhamdulillah hari ini kita sudah melaksanakan doa bersama, kita juga menghadirkan adik-adik yatim dipimpin oleh Pak Ustadz Muhammad Umar,” ujar Zulpidon.

Ia menjelaskan, doa bersama ini digelar menyusul kejadian kebakaran KMP Batu Mandi beberapa hari lalu. Pihaknya berharap proses pengapungan kapal nantinya diberikan kemudahan dan kelancaran oleh Allah SWT.

“Kita akan melaksanakan proses pengapungan kapal. Jadi dengan doa ini, semoga kegiatan pengapungan KMP Batu Mandi diberikan kemudahan dan kelancaran,” katanya.

Zulpidon juga meminta dukungan dan doa dari semua pihak, termasuk rekan-rekan media untuk ikut meliput proses pengapungan tersebut agar berjalan lancar dan aman.

Dalam kegiatan tersebut, ASDP menghadirkan sekitar 40 anak yatim. Pihaknya berharap kegiatan sosial ini membawa keberkahan, sementara proses pengapungan kapal yang telah dikomunikasikan dengan tim salvage ditargetkan mulai awal minggu depan.

Menurut Zulpidon, santunan ini juga menjadi bentuk kepedulian ASDP terhadap masyarakat sekitar pelabuhan, serta ungkapan syukur karena insiden kebakaran KMP Batu Mandi tidak menimbulkan korban jiwa.

Ia menegaskan ASDP akan terus mengawal proses penanganan pasca insiden, termasuk memastikan keselamatan kerja selama proses pengapungan kapal berlangsung. (Sari)