SERANG, PILARBANGSA.ID — Pembangunan dan penataan Alun-Alun Kota Serang yang menelan anggaran mencapai Rp48.277.815.000, menuai sorotan terkait keselamatan kerja dan metode pelaksanaan di lapangan.

Berdasarkan hasil pemantauan Pilarbangsa.id belum lama ini, para pekerja terlihat melakukan aktivitas pembangunan tanpa mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) yang layak. Pekerja tampil hanya mengenakan pakaian sehari-hari, tanpa helm pengaman, sepatu keselamatan, maupun perlindungan lainnya yang standar di lingkungan konstruksi.

Selain itu, material tanah timbunan terlihat menumpuk tepat di sisi badan pekerjaan tanpa pemisahan yang memadai. Pengamanan area proyek pun dinilai masih sangat sederhana dan belum tertata rapi.

Yang juga disorot, meskipun nilainya mencapai puluhan miliar rupiah, sebagian besar pekerjaan masih mengandalkan tenaga kerja manual dan peralatan sederhana. Hal ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai efisiensi dan standar pengerjaan proyek tersebut.

Proyek Penataan Alun-Alun Kota Serang dilaksanakan oleh PT. Global Banten Kontraktor KSO, dengan pengawasan dari PT. Tambora Seja Jaya. Waktu pelaksanaan ditargetkan selama 200 hari kalender dan bersumber dari APBD Kota Serang Tahun Anggaran 2026.

Pilarbangsa.id akan terus memantau perkembangan dan progres pengerjaan proyek ini. (Bagariang/Muller)